Disney telah resmi membeli mayoritas aset dan waralaba Fox.

Disney Akuisisi Fox, X-Men Siap Kembali ke Marvel

Disney Akuisisi Fox, X-Men Siap Kembali ke Marvel – Disney telah resmi membeli mayoritas aset dan waralaba Fox. Dilaporkan, ‘rumah’ bagi Mickey Mouse dan kawan-kawan itu mengeluarkan US$71 miliar atau lebih kurang Rp1 kuadirilun untuk ‘mencaplok’ aset yang memayungi film layaknya Deadpool dan X-Men. Berdasarkan siaran pers Disney, Fox resmi di bawah mereka.

Disney kini memperoleh kuasa penuh atas lebih dari satu hal, jadi berasal dari semua divisi studio film perusahaan, 30 prosen sahamnya dalam layanan streaming Hulu, dan Fox Television Group.

Disney telah resmi membeli mayoritas aset dan waralaba Fox.

Akuisisi ini telah terima persetujuan akhir berasal dari regulator anti-monopoli di semua dunia dalam lebih dari satu bulan terakhir. Meski diakuisisi, Fox Corp sanggup selamanya ada dan memelihara mereknya melalui Fox News dan Fox Sports di Amerika Serikat.

“Menggabungkan kekayaan Disney dan 21st Century Fox di dalam wujud konten kreatif dan bakat terbukti menciptakan perusahaan hiburan world terkemuka, berada di posisi yang baik untuk memimpin di masa yang dinamis dan transformatif,” ucapnya.

Aset utama Disney pasti berada di 20th Century Fox sebagai tempat tinggal produksi. Mulai berasal dari film, serial televisi, hingga saham Fox di Hulu. Bob Iger termasuk dulu tunjukkan bahwa Disney mendambakan mengintegrasikan film ‘Deadpool’, ‘Fantastic Four’, dan ‘X-Men’ ke di dalam semesta Marvel atau Marvel Cinematic Universe (MCU).

“Ini adalah peristiwa yang luar biasa dan bersejarah bagi kami. Momen yang akan menciptakan nilai jangka panjang yang signifikan bagi perusahaan dan klien kami,” ujar CEO Disney, Robert Iger di dalam pengakuan resmi di siaran pers yang diberikan pada media.

Ia melanjutkan, mengombinasikan Disney dan 21st Century Fox, termasuk ide-ide kreatif mereka, menjanjikan berkenaan yang sanggup membuat mereka jadi nomer satu di industri hiburan.

Mengutip GameSpot, cermat yang dibeli Disney dari Fox termasuk: 20th Century Fox, Fox Searchlight Pictures, Fox 2000 Pictures, Fox Family, Fox Animation, 20th Century Fox Television, FX Productions, Fox21, FX Networks, National Geographic Partners, Fox Networks Group International, Star India, saham Fox di Hulu, Tata Sky dan Endemol Shine Group.

Setelah diakuisisi, Fox akan selamanya mengudara namun lebih terbatas.

Nantinya mereka akan membawa dampak unit lepas yang melanjutkan memproduksi Fox News Channel, Fox Business Network, Fox Broadcasting Company, Fox Sports dan Fox Televisions Stations Group.

Sebelum mengakuisisi Fox, Disney telah lebih dahulu membeli LucasFilm seharga US$4,05 miliar atau lebih kurang Rp56,8 triliun. Dengan membeli LucasFilm dari George Lucas yang dikenal sebagai ‘bapak’ Star Wars, Disney punya hak atas Star Wars dan Indiana Jones.

Disney telah resmi membeli mayoritas aset dan waralaba Fox.

Pada 2009 Disney termasuk membeli Marvel Entertainment seharga US$4 miliar atau Rp56 triliun, yang membuatnya punya hak atas pahlawan super bikinan perusahaan komik itu, kalau yang telah dibeli studio lain layaknya Spider-Man di Sony dan X-Men dan termasuk Deadpool di Fox.

Kini sesudah Fox diakuisisi, artinya kini pahlawan super Marvel yang ‘tercecer’ dari Disney tinggal Spider-Man yang haknya masih dimiliki Sony Pictures.

Apa saja yang mendapat dampak dari merger bernilai ribuan triliun itu?

– Amunisi Disney bertambah

Saat akuisisi resmi dilakukan, web resmi Fox berubah rupa. Domain yang tadinya bernama www.21cf.com dialihkan ke https://www.thewaltdisneycompany.com/21cf/. Halaman muka web utama Disney itu tunjukkan gambar film-film mereka, termasuk yang berasal dari Fox.

Produk-produk Fox layaknya serial The Simpsons, hingga film-film layaknya Avatar (2009), The Shape of Water (2014), hingga Deadpool (2016) bersanding bersama dengan karakter-karakter Disney layaknya Miki Tikus, Woody dari Toy Story, dan Elsa dari Frozen.

Vox menulis, kini Disney punya tiap-tiap film dan acara televisi yang pernah/sedang/akan diproduksi Fox, lebih dari satu studio film (seperti 20th Century Fox dan Fox Searchlight), lebih dari satu jaringan televisi (misalnya FX dan National Geographic Channel), dan 60 prosen saham di web site pengaliran Hulu.

– X-Men dan Fantastic Four lagi ke Marvel

Pada 1990-an, Marvel –belum jadi bagian berasal dari Disney– sedang mengalami kasus finansial dan terancam bangkrut. Mereka terpaksa menjual hak memfilmkan lebih dari satu karakternya. Waralaba Spider-Man dijual ke Sony Pictures, saat Fantastic Four dan X-Men dilego ke 20th Century Fox.

Kini, bersama dengan bersama dengan ada akuisisi Fox, Disney telah punya hak untuk memfilmkan lebih dari satu product Marvel yang dimiliki oleh Fox. Contohnya adalah X-Men dan Fantastic Four. Artinya, dua kelompok superhero itu sanggup masuk ke dalam Marvel Cinematic Universe yang terdiri berasal dari Iron Man, Spider-Man, Guardians of the Galaxy, dan lain-lain.

Kapan X-Men dan Fantastic Four sanggup bergabung bersama dengan bersama dengan Avengers, cuma pucuk pimpinan tinggi Disney yang tahu. Mungkin segera sesudah Avengers: Endgame, yang menandakan akhir Marvel Cinematic Universe fase ketiga, atau bisa saja termasuk masih lama setelahnya.

Yang pasti, film X-Men mendatang layaknya Dark Phoenix (tayang Juni 2019) dan New Mutants (Agustus 2019) masih tayang di bawah panji 20th Century Fox.

– Fox Corp masih ada

Meski begitu tak semua bagian dari Fox jadi punya Disney. Masih ada Fox Corp yang independen dari Disney. Perusahaan selanjutnya kini berkonsentrasi pada berita dan olahraga bersama dengan melalui jaringan Fox Sports, Fox News, dan Fox TV. daftar joker123

Pemiliknya selamanya taipan tempat Rupert Murdoch, yang kini telah berusia 88. Dengan kata lain, ia cuma muncul berasal dari industri hiburan untuk berkonsentrasi pada usaha yang ia jalani sejak selamanya muda.

– Ribuan karyawan kena PHK

Namun, akuisisi bernilai ribuan triliun itu memakan korban. Ribuan karyawan 21st Century Fox terkena pemutusan interaksi kerja (PHK).

Dari yang dilansir, lebih dari satu orang telah jelas akan kena PHK. Sebagian lain terkejut.

Misalnya, ketentuan Disney untuk menghapus Fox 2000, studio di balik film-film layaknya The Fault in Our Stars (2014), Life of Pi (2012), dan serial Diary of a Wimpy Kid.

Tetapi film-film selanjutnya dan karya di bawah Fox 2000 lainnya selamanya digenggam Disney, supaya sanggup muncul dalam layanan pengaliran video yang akan dirilis th. depan. Disney termasuk selamanya berminat melanjutkan memproduksi Fox 2000 yang saat ini masih berjalan.

– Ketakutan pada monopoli

Tanpa ada pembelian pada Fox, film-film Disney pun memang telah amat mendominasi tangga film teratas.

Data Box Office Mojo menunjukkan, pada 2018, Disney mengumpulkan $3,09 miliar AS (Rp43,7 triliun) dari Negeri Paman Sam. Perusahaan yang berdiri sejak 1923 ini punya pangsa pasar 26 prosen di AS.

Disney unggul cukup jauh dari Warner Bros yang punya pangsa pasar 16,3 prosen dan total pendapatan kotor sebesar $1,94 miliar.

Dengan pangsa pasar 26 persen, bermakna satu berasal berasal dari empat tiket bioskop yang terjual di AS adalah film mengolah Disney. Padahal, terhadap 2018 Disney hanya merilis 10 film.

Kini dengan dengan terdapatnya akuisisi Fox, industri hiburan AS dikhawatirkan bakal menjadi dikuasai oleh kelompoknya Tikus Miki itu.