Menggunakan Anime, Netflix Melawan Disney Plus dan HBO Max

Menggunakan Anime, Netflix Melawan Disney Plus dan HBO Max

Menggunakan Anime, Netflix Melawan Disney Plus dan HBO Max – Kehadiran Netflix di Indonesia tak ubahnya berkah bagi para pencinta film. Apa itu Netflix? Netflix adalah fasilitas yang terlalu mungkin pengguna menyaksikan tayangan kesukaan di mana pun, kapan pun, dan nyaris melalui medium apa pun (smartphone, smartTV, tablet, PC, dan laptop). Netflix ibarat toko penyewaan DVD, namun menawarkan film digital di dunia maya. Netflix dapat terhitung disamakan bersama fasilitas video berbayar di YouTube. Mirip langganan televisi berbayar (cable tv), Netflix bersih dari iklan, pirsawan tak kudu menanti jadwal penayangan serial televisi, dan dapat memilih sendiri konten yang dambakan dinikmati. Kemudahan itu dibayar bersama harga berlangganan relatif murah. Mulai dari Rp 109.000, pengguna dapat membuka koleksi film dan serial televisi yang terhimpun di dalam perpustakaan Netflix. Syarat mutlaknya, pengguna kudu punya jaringan internet yang mumpuni dan sebaiknya bersama kuota tak terbatas. Sebab, Netflix mengusung mekanisme streaming. 

Menggunakan Anime, Netflix Melawan Disney Plus dan HBO Max

Dengan privilege yang dimiliki Disney+, lantas bagaimana Netflix menyiasati the streaming war dalam persaingan industri sarana streaming on-demand?

Media streaming digital on-demand kini semakin tenar di Indonesia. Salah satunya yang paling tenar adalah Netflix, dengan pilihan konten-konten yang original, variatif, dan berkualitas. Saking populernya, perusahaan tempat streaming berbayar yang berbasis di Amerika Serikat ini sempat diincar Komisi Penyiaran Indonesia perihal urusan sensor-sensoran. Bahkan nggak cuma KPI, baru-baru ini Menteri Keuangan dan Menkominfo pun ikut mengincar Netflix berkenaan pajak.

Namun, sepertinya pihak Netflix belum menanggapi serius “peringatan” KPI, Menteri Keuangan, dan Menkominfo. Sebab, sementara ini boleh jadi mereka tengah bersiap menghadapi “gempuran” berasal berasal dari pihak lain yang dampaknya mungkin bakal benar-benar masif secara global. Yap! Netflix dan juga segenap area streaming berbayar yang sudah lebih pernah eksis, bakal menghadapi saingan baru yang nggak bakal bisa diakui enteng yakni, Disney+ (Disney Plus).

Disney+ merupakan tempat streaming on-demand yang rencananya bakal diluncurkan The Walt Disney Company bulan November 2019. Well, dikarenakan Disney+ berada di bawah naungan salah satu perusahaan entertainment paling berhasil di dunia. Maka telah dipastikan terkecuali Disney+ bakal menyuguhkan konten-konten paling baik berasal dari Walt Disney Pictures, Pixar, 20th Century Fox, Marvel Studios, National Geographic, dan masih banyak lagi.

Nah, telah kebayang dong, seberapa tangguhnya Disney+ dengan amunisi serial-serial original berasal dari Marvel Studios (The Falcon and the Winter Soldier, Loki, WandaVision, Hawkeye). Dan juga Star Wars franchise (Star Wars: The Clone Wars, untitled Obi-Wan Kenobi series). Belum lagi tayangan unggulan National Geographic dan seabrek film atau serial animasi Pixar yang nggak kalah seru.

Dengan sederet privilege yang dimiliki Disney+ di atas. Lantas, bagaimana Netflix menyiasati the streaming war dan tetap menjadi yang terunggul dalam persaingan industri media streaming on-demand?

Beberapa pengamat memprediksikan kalau Netflix bakal menggunakan anime sebagai senjata andalan menyaingi Disney Plus. Kabar tersebut sudah berhembus sejak awal tahun 2019 saat Netflix meneken kontrak kerja sama dengan beberapa anime production house di Jepang untuk memproduksi original anime. Sebelumnya, Netflix telah meluncurkan original anime yang terbilang cukup sukses seperti Castlevania dan Devilman Crybaby.

Bukan perihal yang kemungkinannya sangat kecil kecuali Netflix dapat memperbanyak konten original anime. Apalagi sesudah pihak Disney+ menegaskan bahwa konten-konten animasi yang dapat tayang di Disney+ dapat difokuskan untuk tontonan keluarga saja. Artinya, Disney+ cuma dapat menghadirkan tayangan animasi yang aman ditonton oleh anak-anak, dan tentunya nggak dapat menayangkan anime. tembak ikan online

Menggunakan Anime, Netflix Melawan Disney Plus dan HBO Max

Kendati demikian, Netflix nggak bisa lantas berlega hati. Kakak seperguruan Disney Plus, yakni Hulu, terhitung sering menayangkan anime-anime populer dengan rating 14+. Seperti My Hero Academia dan One-Punch Man, serta anime dengan rating dewasa seperti Attack on Titan dan Tokyo Ghoul.

Selain itu, Netflix pun tetap perlu berkhayal pesaing lain yang punyai keistimewaan mirip dengan Disney Plus, yakni HBO Max. HBO Max rencananya dapat diluncurkan tahun depan oleh Warner Media Entertainment, keliru satu divisi perusahaan multinasional AT&T yang terhitung menaungi Warner Bros dan DC Entertainment.

Nggak tanggung-tanggung, Warner Media dikabarkan udah menjalin kerja mirip dengan Studio Ghibli, studio film animasi yang populer terus-menerus menyuguhkan anime-anime berkwalitas yang aman ditonton anak-anak. Biasanya kan kita cuma bisa nonton anime-anime Studio Ghibli di bioskop, DVD, dan Blu-ray. Tapi, untuk pertama kalinya, seluruh film animasi yang diproduksi oleh Studio Ghibli dapat bisa dinikmati secara daring di platform streaming.

Jika Studio Ghibli dapat menjadi rival tangguh Disney Pixar di kancah streaming on-demand untuk tayangan-tayangan animasi yang family oriented. Maka HBO Max diprediksikan dapat mempersulit Netflix berasal dari jalur anime dengan konten pilihan berasal dari Adult Swim (kembarannya Cartoon Network, namun untuk kalangan dewasa) dan tentu saja berasal dari Crunchyroll, media streaming anime terpopuler sejagat raya yang diakuisisi AT&T tahun lalu.

Disney+ dan HBO Max boleh berbangga dengan segenap konten-konten unggulan berasal dari studio-studio paling baik naungan parent company mereka. Tapi Netflix tentunya nggak dapat tinggal diam. Netflix menyatakan bahwa mereka sedang mengembangkan divisi anime dengan menjalin kerja mirip jangka panjang dengan lima studio animasi terkemuka di Jepang, keliru satunya adalah studio anime Production I.G.

Studio anime Production I.G terkenal dengan teknik memadukan komposisi digital yang sangat apik. Agak susah menggambarkannya karena teknik yang mereka gunakan disesuaikan dengan genre dan rating cerita. Anda bisa melihat perbedaan dan ciri khas digital-nya Production I.G. Ini bisa dilihat pada anime Kuroko’s Basketball yang terkesan ‘cerah berwarna-warni’ dan anime Psycho-Pass yang sangat dark. Dua anime ini adalah anime favorit saya dari studio Production I.G.

Anime lain jebolan Production I.G yang cukup terkenal adalah: Attack on Titan, Ghost in the Shell, dan Ultraman yang ditayangkan di Netflix sejak bulan April lalu. Ultraman versi Netflix mendapat apresiasi yang cukup bagus dari para penggemar anime. Pujian ini diberikan baik dari sisi visual (yang terlihat hampir realistis), alur cerita, dan perkembangan karakter.

Netflix termasuk dikabarkan tengah bereksperimen membawa dampak beragam model animasi baru yang belum pernah ada. Netflix bahkan bersama dengan yakin diri mengatakan bahwa mereka dapat menayangkan konten-konten original anime yang mampu menghadirkan “pengalaman baru lihat anime” dan tentu saja nggak dapat ditemukan di area lain.

Di segi lain, Netflix pun sesungguhnya masih mampu dikatakan lebih unggul ketimbang Disney+ dan HBO Max, karena layanan streaming Netflix mampu dinikmati di lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. Sedangkan, Disney+ dan HBO Max hanya dapat dirilis di lebih dari satu negara. Dan sayangnya mereka nggak melampirkan Indonesia tuh,

Dan menurut information Netflix, viewers terbanyak yang lihat tayangan anime di Netflix berasal dari Asia Tenggara, Amerika Latin, dan termasuk Eropa. Wilayah-wilayah berikut nggak seluruhnya dapat dijangkau oleh Disney+ dan HBO Max terhadap awal-awal peluncuran perdananya. Jadi, Netflix dapat mengambil start duluan, menggaet lebih banyak pirsawan dengan dengan menambah konten anime yang segar dan original.